Alhamdulillah Wisuda XIII Universitas Al-ghifari yang dilaksankan Pada Hari Sabtu tanggal 18 November 2017 yang diikuti 170 orang wisudawan dan wisudawati dari bagai fakultas yang ada di Universitas Al-Ghifari. Selamat Bagi Wisudawan dan Wisudawati dan Terima Kasih Telah mempercayakan Pendidikan Pada Universitas Al-Ghifari Kampus Enterpreneur dan Profesional Muda.


Diberitahukan kepada mahasiswa penerima Beasiswa Pemprov Jabar

Senin, 20 November 2017, Pukul 14.00 WIB, Bertempat Dikampus 3 LPTQ Universitas Al-Ghifari, Perihal : Penjelasan Teknis Pencairan Beasiswa 

Info Lebih Lanjut Hubungi Bagian Kemahasiswaan Universitas Al-Ghifari


Pangan tradisional adalah makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, dengan cita rasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Bagi masyarakat Indonesia umumnya amat diyakini khasiat aneka pangan tradisional, seperti tempe, bawang putih, madu, kunyit, jahe, kencur, temu lawak, asam jawa, sambiloto, daun beluntas, daun salam, cincau, dan aneka herbal lainnya. Jamu sebagai racikan aneka herbal berkhasiat juga sangat popular di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.
Seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran akan kesehatan terhadap pangan yang dikonsumsi, mengkonsumsi pangan yang aman merupakan hal yang harus diperhatikan oleh produsen dan konsumen. Berdasarkan UU RI No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Dengan demikian dapat didefinisikan bahwa pangan yang aman adalah pangan yang tidak mengandung bahaya biologi atau mikrobiologi, bahaya kimia, dan bahaya fisik.
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan mengakibatkan meningkatnya perhatian terhadap masalah ini. Permasalahan mendasar keamanan pangan tradisional pada umumnya terletak pada kelemahan dalam hal jaminan keamanannya terhadap bahaya biologi atau mikrobiologi, kimia, dan fisik. Adanya bahaya atau cemaran tersebut seringkali ditemukan karena rendahnya mutu bahan baku, teknologi pengolahan, belum diterapkannnya praktek sanitasi dan higinitas yang memadai, dan kurangnya kesadaran pekerja maupun produsen yang menangani pangan tradisional.


Rabu, 08 November 2017, Teknologi Pangan universitas Al-Ghifari mengadakan Lokakarya Kurikulum hal ini bertujuan untuk meminimalkan kelemahan yang mungkin terjadi baik dalam penyusunan, pengembangan, pelaksanaan maupun evaluasi & penyempurnaan kurikulum, kegiatan Kurikulum Berbasis KKNI bertema Food Safety for Ethnic.
Kegiatan yang dilaksankan 2 hari tersebut menghadirkan narasumber diantaranya SPMI Institut Teknologi Bandung Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Balai Besar Pengawas Obat dan Minuman (BBPOM), Manager Produksi PT. MAyora, Ketua LPMI UNiversitas Al-Ghifari, Peserta lokakarya kurikulum ini bukan hanya dari kalangan dosen Teknologi Pangan Universitas Al-Ghifari, tetapi juga dihadiri oleh para stakeholder yang berasal dari Wirausaha Makanan dan Minuman serta Alumni Teknologi Pangan Unversitas Al-Ghifari.