203 mahasiswa Universitas Al-Ghifari Kota Bandung tetap melangsungkan kuliah kerja nyata (KKN) di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), selama sebulan pada Juli nanti.

Upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pun menjadi salah satu perhatian utama dalam KKN kali ini. Rektor Universitas Al-Ghifari, Didin Muhafidin menyampaikan, berbeda dengan KKN tahun lalu yang diselenggarakan di luar kota, tahun ini KKN dilakukan di Kelurahan Cisaranten Kulon dan Kelurahan Sukamiskin.

Selama KKN, mahasiswa tidak tinggal di rumah warga, namun tetap pulang ke kediaman masing-masing. “Semua mahasiswa yang KKN berdomisili Kota Bandung. mereka tidak tinggal di rumah warga. Hanya sesekali ke lokasi KKN, jika mendesak dan menjalankan program,” tutur Pa Rektor di Aula Universitas Al-Ghifari, Cisaranten Kulon, Kota Bandung, Senin (29/6).

“KKN suatu kewajiban dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Pada masa pandemi, maka perhatian pun diarahkan pula ke sana, penerapan protokol kesehatan tetap yang utama,” imbuhnya. Mahasiswa, kata Didin, tidak bergerombol ke lokasi KKN, namun digilir per dua orang. Setiap mahasiswa yang mengunjungi lokasi KKN pun wajib mengenakan masker juga face shield, serta patuh pada protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Dr. H. Gunawan Undang, M.Si. (Ketua LPPM UNFARI) berharap, dalam KKN kali ini, mahasiswa sejatinya bisa turut berperan dalam pencegahan penyebaran virus. Karenanya, sejumlah program pun turut diarahkan pada upaya pencegahan tersebut. Misalnya, mahasiswa Farmasi akan didorong membuat handsanitizer mandiri untuk dibagikan kepada masyarakat.

“KKN diharapkan berdampak dan memberdayakan masyarakat di lingkungan sekitar. Mahasiswa harus mempelopori dan menyebar kesadaran pencegahan pandemi,”

“Ada 203 mahasiswa yang KKN, dari jurusan Manajemen, Administeasi Negara, HI, Farmasi, Teknologi Pangan, Teknologi Industri Pertanian, dan Sastra Inggris,” terangnya. Di tempat yang sama, Lurah Cisaranten Kulon, Dayat menyampaikan, pihaknya telah mengizinkan KKN dilangsungkan di daerahnya. Dengan catatan, mahasiswa harus benar-benar menerapkan prokol kesehatan selama KKN.

“Sudah kami izinkan, namun demikian, tolong di penuhi amanat protokol Covid-19, jangan sampai di era new normal ini berkembang lagi,” katanya. menurut Dayat (lurah Cisaranten Kulon) berharap, mahasiswa betul-betul bisa menjadi agen edukasi pencegahan pandemi bagi masyarakat. “Semoga mahasiswa bisa turut mengedukasi soal AKB di wilayah kami. Tapi sekali saya ingatkan, protkol kesehatan tetap harus dipatuhi,” katanya.

Sementara itu, ketua angkatan mahasiswa KKN, Ahmad Kurniawan mengatakan, mahasiswa menyiapkan sejumlah program terkait pencegahan Covid-19. Bahkan sebagian besar program berkenaan dengan Covid-19. “Kalau memungkinkan ada penyuluhan. Kalau tidak bisa semacam door to door. Atau coba pake lahan virtual nantinya, jadi perlu disurvei dulu nantinya,” katanya. “Program hampir full covid-19. Contohnya, kami mahasiswa administrasi publik, pasti disisipinya tentang kebijakan-kebijakan Covid-19,” pungkasnya.

Sumber : muh (radarbandung)